![]() |
logo ahmad khoiri |
SELAMAT DATANG
Senin, 17 Desember 2012
Minggu, 25 November 2012
Jerit kepedihan
Semilirnya angin malam tak mampu menghiburku,
gelapnya malam tak menggundahkan jiwku,
sunyinya malam tak mampu menandingi sunyinya hatiku,
jeritan kegelapan, tetesan kepedihan
seakan melekat abadi dlam hatiku
tatap mata kosong kearang
kabut pekat kehitaman,
senyum sinis diatas kemaluan,
nadi ingin ku gores dengan
tajamnya pecahan kaca.
dalam anaganku hanya kematianlah
yang akan mengakhiri,
aku taksanggup lagi, aku tak kuat lagi,
kepedihan ini sungguh mengujam jantungku,
merenggut kehidupanku,
Kamis, 22 November 2012
Bintang hatiku
ada satu hal yang kurang,
setelah ∂Ķΰ fikir-fikir ternya
∂Ķΰ belum bilang kekamu,
∂Ķΰ tidur berharap ∂Ķΰ
mimpi indah.
setelah tidur ternyata mimpiku
tak seindah bila tanpamu,
Hati resah, hati gundah itu hal yang
biasa tapi hal luar biasa bila hati gundah,
hati resah saat kamu menghilang dari hatiku,
"Hanya kamu bintang hatiku"
Bintang yang menggambarkan keindahan,
bintang yang menggambarkan harapan,
Dan disaat bintang berada dalam hati,
seakan ∂Ķΰ berharap keindahan yang
kau ciptakan akan selalu ada pada diriku,
disetiap langkahku,
setiap waktu, dan sepanjang hidupku,
***ahmad khoiri***
15 0ktober 2012
Banyak hal yang terjadi pada malam ini,
Dan hal yang paling ∂Ķΰ kagumi
adalah saat masa-suram yang
adalah saat masa-suram yang
melanda tapi tetap ada yang membahagiakan,
Banyak teman yang masih setia,
Banyak hal masih bisa dilakukan,
Banyak peluang yang terabaikan
Dan banyak peluang yang akan datang,
Kesadaran diri dalam melangkah,
Motifasi silih berganti,
Tapi tanpa hal yang cercipta akan sia-sia,
∂Ķΰ salut dengan keteguhanmu
∂Ķΰ kagum dengan semangatmu,
∂Ķΰ kagum dengan semangatmu,
Penderitahan tak mengubahmu,
Iming-iming tak mengubahmu,
itu menunjukan betapa besar ketabahanmu,
Hal yang biasa terjadi menjadikan
pelajaran yang sangat berharga,
pelajaran yang sangat berharga,
ketelitianmu dalam melangkah sangat tajam.
Pisau analisamu dalam
memanfaatkan peluang dinantikan,
memanfaatkan peluang dinantikan,
@ahmad__khoiri
Jumat, 09 November 2012
LEMBAGA PENDIDIKAN, KEMAJUAN ILMUAGAMA,NON AGAMA DAN BAHASA, TOKOH-TOKOH DAULAH ABBASIYAH
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Masa
Daulah Abbasiyah adalah masa keemasan Islam, atau sering disebut dengan istilah
‘’The Golden Age’’. Pada masa itu Umat Islam telah mencapai
puncak kemuliaan, baik dalam bidang ekonomi, peradaban dan kekuasaan. Mengingat
pada masa ini adalah masa kejayaan Islam dalam bidang keilmuan, disamping
kehebatan sistem politik, kemiliteran dan lain sebagainya yang kesemuanya kita
bisa mengambil pelajaran dari sejarah ini. Untuk kepentingan pendidikan kita
terfokus kepada keberhasilan tokoh-tokoh Islam dalam menjelajah keilmuan dan
dengan karya-karyanya mereka, mulai dari aliran, fiqh, tafsir, ilmu hadits
teologi, filsafat sampai kepada bidang keilmuan umum seperti matematika,
astronomi, satra sampai kepada ilmu kedokteran.
Ibnu Sina, Zakaria ar-Razi, Ibnu Maskawaih,
al-Farabi, al-Kindi, dan sebagainya, mereka semua hidup pada masa ini.
Al-Ma'mun, pengganti al-Rasyid, dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta
kepada ilmu. Pada masa pemerintahannya.
Selasa, 20 Maret 2012
duniaku dunia impian
sadarku mulai melayang
dalam dunia impian,
hanya satu yang tak dapat ku lupakan,
akan yang selalu menghantuiku
seakan menjadi kenyataan,
tapi itu cuma dalam angan,
ku buang perasaan kedalam
lembah kenistaan.
dalam dunia impian,
hanya satu yang tak dapat ku lupakan,
akan yang selalu menghantuiku
seakan menjadi kenyataan,
tapi itu cuma dalam angan,
ku buang perasaan kedalam
lembah kenistaan.
supaya akau menjauh dari
impian,
sembenarnya aku tidak ingin
menjadi sebuah bahan percobaan,
percobaan dalam duniaku sendiri,
yang selalu menyiksa hati...
duniaku sulit kumengerti dan ku fahami,
duniaku duniaku dan duniaku,
sembenarnya aku tidak ingin
menjadi sebuah bahan percobaan,
percobaan dalam duniaku sendiri,
yang selalu menyiksa hati...
duniaku sulit kumengerti dan ku fahami,
duniaku duniaku dan duniaku,
Kamis, 09 Februari 2012
TOLERANSI DAN ETIKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Budi Pekerti berarti sikap dan prilaku yang baik.
Sifat-sifat yang baik akan mendatangkan kebaikan dan sebaliknya hal yang buruk
akan menghasilkan keburukan pula. Oleh karena itu kita perlu menjunjung tinggi
nilai budi pekerti yang luhur. Ajaran budi pekerti menuntut kita agar selalu
berbuat kebaikan, kebenaran, serta memupuk keharmonisan gubungan manusia dengan
tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan, yang sering
disebut dengan konsep tri hita karana. Salah satu bagian dari konsep tri hita
karana adalah hubungan manusia dengan manusia. Hal ini sangat perlu dilakukan
oleh umat manusia, karena manusia sebagai makhluk social yang membutuhkan
adanya hubungan dengan manusia lainnya, hal ini dilakukan bertujuan untuk dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari itu sangat perlu usaha manusia untuk
mewujudkan hubungan yang harmonis antar umat manusia.Salah satu caranya yaitu
mengembangkan sikap Toleransi, Etika pergaulan.[1]
Dalam tulisan yang sangat sederhana berikut ini, penulis
berusaha mengelaborasi secara tematis konsep Islam tentang toleransi dan etika
pergaulan. Diawali dengan penjelasan seputar definisi, kemudian dilanjutkan
dengan upaya untuk membuktikan bahwa Islam rahmatan lil ‘alamin
sekaligus memberikan jalan keluar dalam mensikapinya, yaitu dengan prinsip
toleransi (tasâmuh) dan beretika dalam pergaulan. Pada bagian akhir akan
diuraikan secara komprehensif solusi dimaksud, sesuai dengan perspektif yang
dimajukan al-Quran dan sunnah.
KUNCI ORANG SUKSES
1. Tutup
mata
2. Tutup Telinga
3. Gak Punya hati
4. Tutup mulut
5. Tidak punya kaki
CARA BUANG AIR BESAR YANG BAIK DAN BENAR
1. masuk dengan kaki kiri dulu,
dikarenakan wangawali dihal yang buruk dimulai dari yang kiri dulu,
2. bagi yang beragama jangan lupa do'a dulu
3. lepas celana, baik celana luar ataupun celana dalam supaya tidak menggangu jalanya air besar,
4. bagi para kaum perokok jangan sampai ketinggalan bawa rokok tentunya juga koreknya,
5. dilakukan di tempat tertutup dan nyaman
6. dilakukan dengan jongkok, kan klo berdiri sulit tuk keluar,
7, anggap saja rumah sendiri supaya bebas tuk ngeluarinya,
8. nikmati apa yang anda keluarkan,
9. kalau udah selesay cuci dengan bersih klo bisa dengan sabun supaya bakterinya hilang dan gak mengganggu kesehatan.
10. siram sampai bersih jangan sampai ada yang ketinggalan sedikitpun,
12. iklhaskan apa yang telah dikeluarkan dan jangan pernah tuk menyesalinya karena itu gak akan kembali lagi.
13 yang terakhir keluar waktunya gantian dengan orang lain,
selamat mencoba semoga bermanfaat bagi kita semua,
kalo ada yang kurang bisa ditambahi sendiri ok....
1. masuk dengan kaki kiri dulu,
dikarenakan wangawali dihal yang buruk dimulai dari yang kiri dulu,
2. bagi yang beragama jangan lupa do'a dulu
3. lepas celana, baik celana luar ataupun celana dalam supaya tidak menggangu jalanya air besar,
4. bagi para kaum perokok jangan sampai ketinggalan bawa rokok tentunya juga koreknya,
5. dilakukan di tempat tertutup dan nyaman
6. dilakukan dengan jongkok, kan klo berdiri sulit tuk keluar,
7, anggap saja rumah sendiri supaya bebas tuk ngeluarinya,
8. nikmati apa yang anda keluarkan,
9. kalau udah selesay cuci dengan bersih klo bisa dengan sabun supaya bakterinya hilang dan gak mengganggu kesehatan.
10. siram sampai bersih jangan sampai ada yang ketinggalan sedikitpun,
12. iklhaskan apa yang telah dikeluarkan dan jangan pernah tuk menyesalinya karena itu gak akan kembali lagi.
13 yang terakhir keluar waktunya gantian dengan orang lain,
selamat mencoba semoga bermanfaat bagi kita semua,
kalo ada yang kurang bisa ditambahi sendiri ok....
Minggu, 08 Januari 2012
Ikhtilaf
BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Perbedaan "Khilaf" dan "Ikhtilaf" Islam menghendaki ikhtilaf namun tidak menghendaki khilaf. Karena ikhtilaf terpuji, lain halnya dengan khilaf. Khilaf artinya: berlawanan atau bertentangan. Ia menghendaki perselisihan yang membawa kepada pertikaian dan permusuhan. Sedangkan ikhtilaf artinya: tidak sepakat, tidak sama, atau keragaman. Khilaf harus dihindari, sedangkan ikhtilaf kelaziman yang tidak mungkin dihindari. Allah berfirman:
àM»s)¯=sÜßJø9$#ur šÆóÁ/uŽtItƒ £`ÎgÅ¡àÿRr'Î/ spsW»n=rO &äÿrãè% ÇËËÑÈ
Artinya:
"Dan wanita-wanita yang diceraikan hendaknya berdiam diri selama 3 masa Quru'" (Al Baqarah: 228). Umar bin Khattab, Ibnu Mas'ud dan Abu Musa Al Asy'ari berpendapat Quru' adalah masa haidh, sedangkan Aisyah, Ibnu Umar, Zaid bin Tsabit berpendapat Quru' adalah masa suci.
Bahkan sebelum ayat tersebut diturunkan, kata Quru' telah dikenal oleh bangsa Arab bahwa ia memiliki dua arti; masa suci dan masa kotor. Bukankah Allah Swt Maha Tahu perbedaan ini telah terjadi? Namun Allah Swt tidak mengatakan dengan Sharih apa yang dimaksudkan dengan kata-kata Quru'. Ini menunjukkan bahwa Allah Swt dengan hikmah-Nya memang menghendaki adanya perbedaan pendapat di kalangan para mujtahid dalam masalah ini.
Langganan:
Postingan (Atom)